19 Februari 2012

AKG Seng

Berdasar Widya Karya Pangan dan Gizi 1998 untuk Indonesia
  • bayi : 3-5mg
  • 1 - 9 tahun : 8 - 10 mg
  • 10 - > 60 tahun : 15 mg 
  •  ibu hamil : + 5 mg *
  • ibu menyusui ; + 10 mg*
* tambahan dari normal

Warna Gula Berdasar ICUMSA

Salah satu parameter kualitas dari gula ditinjau dari warna ICUMSA, yaitu menunjukkan kualitas warna gula dalam larutan. ICUMSA ( International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis) merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyusun metode analisis kualitas gula dengan anggota lebih dari 30 negara. Mengenai warna gula ICUMSA telah membuat rating atau grade kualitas warna gula. Sistem rating berdasarkan warna gula yang menunjukkan kemurnian dan banyaknya kotoran yang terdapat dalam gula tersebut.

Metode pengujian warna gula dengan standar ICUMSA menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 420 nm dan 560 nm. Untuk mengukur warna gula menggunakan metode ICUMSA sebelumnya gula dilarutkan sampai sempurna kemudian dihilangkan turbidity nya dengan cara menambahkan kieselguhr kemudian disaring dengan saringan vakum menggunakan kertas saring Whatman 42. Kemudian filtrate diambil dan pH larutan diatur sampai pH 7 dengan cara menambahkan HCl atau NaOH. Kemudian mengukur brix larutan dengan refraktometer dan tentukan berat jenis larutan dengan tabel hubungan brix dengan berat jenis.

Pengukuran warna ICUMSA dengan spektrofotometer panjang gelombang 420 nm, kemudian menetapkan transmittance pada 100 % dengan H2O menggunakan kuvet 1 cm (b). Bilas kuvet dengan larutan contoh, kemudian isi kembali dan ukur transmittance (T) atau Absorba

Macam – Macam Gula Berdasar Warna ICUMSA

a. Gula Rafinasi (Refined Sugar)
ICUMSA 45
Gula dengan kualitas yang paling bagus karena melalui proses pemurnian bertahap. Warna gula putih cerah. Untuk Indonesia gula rafinasi diperuntukkan bagi industri makanan karena membutuhkan gula dengan kadar kotoran yang sedikit dan warna putih.

b. Gula Ekstra Spesial (Extra Special Crystall Sugar)
ICUMSA 100 – 150
Gula yang termasuk food grade digunakan untuk membuat bahan makanan seperti kue, minuman atau konsumsi langsung.

c. Gula Kristal putih
ICUMSA 200 - 300
Gula yang dapat dikonsumsi langsung sebagai tambahan bahan makanan dan minuman. Berdasarkan standard SNI gula yang boleh dikonsumsi langsung adalah gula dengan warna ICUMSA 300. Pada umumnya pabrik gula sulfitasi dapat memproduksi gula dengan warna ICUMSA < 300

d. Gula Kristal Mentah untuk konsumsi (brown sugar)
ICUMSA 600 – 800
Di luar negeri gula ini dapat dikonsumsi langsung biasanya sebagai tambahan untuk bubur, akan tetapi juga perlu diperhatikan mengenai kehigienisannya yaitu kandungan bakteri dan kontaminan.

e. Gula Kristal Mentah (Raw Sugar)
ICUMSA 1600 – 2000
Raw Sugar digunakan sebagai bahan baku untuk gula rafinasi, dan juga beberapa proses lain seperti MSG biasanya menggunakan raw sugar.

f. Gula Mentah (Very Raw Sugar)
ICUMSA 4600 max
Khusus digunakan sebagai bahan baku gula rafinasi dan tidak boleh dikonsumsi.

Menghentikan Tangisan Bayi

Saat diimunisasi, biasanya bayi akan menangis karena suntikan menyebabkan nyeri. Menurut sebuah penelitian, tangis si kecil bisa dikurangi dengan cara memberikan larutan gula. menunjukkan beberapa tetes larutan gula bisa mengurangi jumlah bayi yang menangis hingga 20 persen saat disuntik. Selain itu, larutan tersebut dapat mengurangi lamanya bayi menangis hingga 10 persen.

Kesimpulan ini berdasarkan data klinis dari 14 studi sebelumnya, yang mengamati 1.674 kali suntikan. Larutan gula yang digunakan memiliki kadar 30 persen, sedangkan usia bayi yang terlibat kurang dari 1 tahun. Larutan yang terdiri dari sukrosa dan glukosa itu hanya diberikan dalam jumlah kecil, berkisar antara beberapa tetes hingga 1/2 sendok teh.

Makanan Untuk Mulut

Makanan terbaik untuk menjaga kesehatan mulut termasuk keju, ayam atau jenis daging lain, kecang-kacangan dan susu. Makanan ini diyakini melindungi lapisan email gigi dengan menyediakan kalsium dan fosfor. Kedua mineral ini diperlukan untuk menggantikan mineral gigi yang hilang terkikis asam.

Pilihan makanan sehat lainnya adalah buah-buahan yang renyah (seperti apel dan pir) serta sayuran. Makanan ini kaya air, yang akan mencairkan efek gula dari makanan dan menstimulasi aliran air liur (melindungi dari kerusakan dengan mengangkat partikel makanan dan mengencerkan asam).

Jenis Gula dan Kegunaannya


1. Gula pasir (coarse sugar)
Jenis ini adalah yang paling mudah didapati. Ia bewarna putih dan butir-butir gula agak kasar. Ia sesuai untuk kegunaan harian seperti membancuh minuman dan membuat kuih-muih. Jika anda hendak membuat gula hangus untuk puding atau kek,cairkan gula pasir ini diatas api yang sederhana hingga gula cair dan keperangan,kemudian baru dimasukkan air dan kacau hingga cair.
 
2. Gula halus (fine granulated sugar)
Gula halus jenis ini bewarna putih dan sesuai untuk membuat kek kerana butir-butir gulanya yang halus mudah cair apabila dipukul bersama mentega ataupun dipukul bersama telur.
 
3. Gula kastor (castor sugar)
Gula ini bewarna putih dan ianya pilihan yang paling ideal untuk membuat kek,biskut, pastri, roti dan lain-lain. Butir-butir gulanya lebih halus dari gula halus dan ia mudah cair apabila dipukul bersama mentega atau telur. Sekiranya gula ini tiada , boleh gunakan gula halus.
 
4. Gula aising (icing sugar/confectioners sugar)
Gula ini adalah yang paling halus dalam kategori gula putih. Ia bukan 100 peratus gula kerana telah dicampur dengan sedikit tepung jagung. Ia jarang digunakan dalam pembuatan kek tetapi ada digunakan dalam pembuatan biskut jenis piping untuk mendapatkan tekstur yang lembut supaya mudah dipicit keluar.Gula ini biasa digunakan untuk membuat aising mentega dan membuat fondant atau pes gula (sugarpaste).
 
5. Gula perang (brown sugar)
Terbahagi kepada dua jenis iaitu light/dark brown.Biasanya warna yang lebih gelap mempunyai rasa gula perang yang lebih kuat. Gula perang ini selalunya kasar dan saya selalu kisar supaya ia lebih halus dan mudah dipukul bersama mentega. Gula perang ini selalunya digunakan untuk membuat biskut seperti cip coklat,biskut halia, kek buah-buahan dan lain-lain yang memerlukan rasa gula yang lebih kuat.
 
6. Gula merah/gula melaka/gula kabung
Gula ini selalunya digunakan untuk membuat kuih-muih tempatan seperti kasui, kuih lompang,kuih buah melaka dan sebagainya. Gula merah biasanya berpasir.Setelah melarutkan dalam air panas, ia hendaklah ditapis bagi membuang kotorannya. Gula melaka dan gula kabung agak keras dan memerlukan pisau untuk membelahnya. Rasa kedua-dua gula ini lebih sedap dari gula merah biasa. Ianya dijadikan inti untuk kuih buah melaka.
 
7. Sirap emas (golden syrup)
Ia bewarna keemasan dan rasanya seakan rasa gula hangus tetapi tidak sekuat rasa gula hangus yang asli. Ia adalah bahan sampingan dari pemprosesan gula. Ia selalunya menjadi bahan penambah rasa untuk biskut, kek atau pencuci mulut.
 
8. Gula hitam (treacle @molasses)
Adalah bahan sampingan dari pemprosesan gula dan ia bewarna gelap seakan kehitaman. Digunakan sebagai bahan penambah rasa untuk kek dan pencuci mulut ala barat.
 
9. Sirap gula (corn syrup/glucose syrup)
Cecair jernih yang pekat. Dihasilkan secara komersil untuk memudahkan tugas membuat aising krim mentega atau fondant tanpa perlu membuat sendiri sirap gula.